Rabu, 02 Desember 2015

Di Jual Mesin Cetak Heidelberg SORM-Z Th 1991


                                       SOLD OUT

Dijual mesin cetak offset Heidelberg SORM-Z mesin eks luar dengan kondisi bagus ,,cilinder mulus dan siap produksi.


Hub : 08159945549
           08176432395
Pin  : 51758F38

Jumat, 30 Oktober 2015

DI JUAL MESIN HEIDELBERG GTO 52 TAHUN 1987 EKS IMPORT






SOLD OUT

Di jual mesin cetak HEIDELBERG GTO 52 Tahun 1987 eks import good condition, ,good cilinder plate , blanket , and impression.

Hub : 08159945549
           08176432395
Pin  : 51758F38

Minggu, 14 Juni 2015

Di Jual Mesin Cetak Offset Heidelberg GTO 52Z Cobra Th 1992





                                  SOLD OUT

Di Jual Mesin Cetak Heidelberg GTO 52Z Cobra Th 1992

Masih cetak produksi kondisi mesin mulus dan Lengkap.


Hub : 08159945549

           08176432395


Rabu, 20 Mei 2015

PROBLEM KESUKARAN BUKAN KARENA PLATE MESIN CETAK OFFSET


KESUKARAN BUKAN KARENA PELAT

Halo kawan - kawan semua admin update blog lagi,topik kali ini mengangkat permasalahan yang kerap terjadi di dunia percetakan baik itu nasional maupun international, pada dasarnya semua permasalahan dalam mencetak itu sama yang membedakan hanya masalah pengalaman operator mesin itu sendiri,ok tanpa basa - basi admin akan menjelaskan secara teori dan prakteknya yang selama ini admin alami.

    1.       GAMBAR SAMAR-SAMAR KARENA ROL LICIN (SCHRAAL)
               Rol-rol tinta itu sering kelihatan mengkilap seperti dilapis dengan lapisan yang tipis sekali, 
               kejadian ini terjadi dengan lambat-lambat dan disebabkan karena pengaruh zat pengering 
               dalam tinta. Karena lapisan yang licin mengurangi kemampuan memberi tinta diatas pelat. 
               Untuk mengatasi ini rol dibersihkan dengan rolkleen paste, atau sekali-kali dicuci dengan 
               blanket-wash atau dapat juga dibubut.

    2.       GAMBAR LAMA TIMBUL KEMBALI PADA CETAKAN BARU
               Kalau suatu mesin mencetak banyak sekali jumlahnya dapat menyebabkan karet jadi licin 
               pada bagian yang tidak ada gambarnya. Bila mesin itu kemudian mencetak lagi, maka 
               bagian-bagian yang licin itu tidak dapat memberi tinta dengan baik diatas kertas. Ini 
               disebabkan karena lebih mudah menerima tinta dari pada memberi untuk mengatasi dapat 
               dibersihkan dengan blanket wash atau dengan bubuk gosok dan air atau bensin.


   3.       HASIL CETAKAN TIDAK SEMPURNA KARENA KAIN KARET TIDAK RATA
               Apabila pada cetakan hasilnya samar-samar ada bagian-bagian yang noda maka kesalahan 
               mungkin karena ada bagian-bagian yang tidak rata pada kain karet atau pelat. Apabila noda-
               noda itu karena ada bagian pelat yang tipis menyebabkan kain karet pada bagian tersebut  
               hanya memberi tinta yang tipis dan dengan keadaan yang demikian itu dipindahkan ke
               kertas dan hasilnya kurang baik. Apabila pada bagian tersebut kain karet terlalu rendah 
               maka bagian itu juga tidak akan mengambil tinta dan hasilnya pun tidak baik. Umumnya 
               yang rendah itu terletak pada kain karet. Untuk mengatasi pada salah satu sisi kain karet 
              dilepas dari clamp, dan bagian belakang kain karet ditempel dengan kertas halus. (tissue  
              paper).

   4.       TITIK-TITIK RASTER MEMANJANG PADA KERTAS BAGIAN BELAKANG
               Apabila hasil cetakan, raster-raster memanjang pada bagian belakang dari kertas (bukan 
               muka belakang), maka kesalahan terletak pada kain karet, yang kendor. Meskipun  
               kecepatan berputar tetap, tapi karena kain karet kendor, karena tekanan maka timbul 
               bagian yang menonjol karena mulur hingga waktu lewat antara silinder pelat dengan 
               silinder karet meleset dan titik-titik raster jadi memanjang. Untuk mengatasinya, kain karet 
               dikeraskan.

   5.       CETAKAN KOTOR KARENA DEBU KERTAS
              Kalau bahan-bahan kertas itu terlepas ikatannya dari kertas seakan-akan seperti debu, dan 
              akan pindah ke kain karet hingga hasil cetakannya kurang baik, juga kalau kertas mencabik 
              juga dapat menyebabkan hasil cetakan tidak baik, kerusakan kertas ini disebabkan oleh
              karena terlalu banyak air atau tinta terlalu kuat. Untuk mengatasi kertas yang mencabik 
              atau berserabut itu harus menggunakan tinta yang lembek dan air sedikit mungkin, sekali- 
              kali cucilah kain karet. Dengan penggantian tinta dan mencuci rol-rolnya, kesukaran karena 
              kertas mendebu atau mencabik dapat diatasi.
 
   6.       CETAKAN PUCAT KARENA BANYAK AIR
               Air menjadikan musabab hasil cetakan kadang-kadang kurang terang dari pada tehtik 
               mencetak lainnya. Penggunaan air yang sedikit akan mengurangi kepucatan hasil cetakan. 
               Karena itu gunakan air secukupnya, jangan berlebih-lebihan.

   7.       NODA-NODA PADA PINGGIRAN KERTAS KARENA ROL BINTIK-BINTIK ATAU PECAH-PECAH
              Kerusakan rol ini disebabkan karena permukaan rol karet rusak, kerusakan ini biasanya 
              terjadi dipinggir karena pencucian yang kurang bersih dan dipakai untuk mencetak yang 
              kecil ukurannya. Bagian-bagian yang cacat itu tentu saja tidak dapat memberi tinta dengan 
              baik, hingga hasil cetakan tidak baik. Satu-satunya jalan rol harus dibubut baru atau diganti.

     8.     CETAKAN BERBINTIK-BINTIK
             Tinta yang tidak dapat dipindahkan dengan baik, tidak dapat menghasilkan cetakan
             yang licin dan rata, tetapi sering terdapat bintik-bintik. Ini disebabkan karena tinta kurang 
             baik.Untuk mengatasinya harus menggunakan tinta yang kuat dan air yang sedikit mungkin.

www.forumesinpercetakan.com
www.bmmesindo.com

By : BERKAH MANDIRI MESINDO

PENGISIAN SILINDER ( PACKING ) MESIN CETAK OFFSET

Artikel ini tidak bermaksud menggurui, admin hanya berbagi pengalaman mudah - mudahan bisa membantu,dan bagi yang sudah berpengalaman silahkan sharing/berbagi untuk kemajuan dunia percetakan khususnya di indonesia.
     Untuk mendapatkan cetakan pada mesin offset,gambar yang ada di atas plate dipindakan ke kertas melalui kain karet ( biasa percetakan bilang blanket ),supaya pemindahan gambar terjadi dengan baik,diperlukan tekanan ( pressure ) yang tepat antara silinder plate dengan silinder karet ( blanket )dan antara silinder karet (blanket ) dengan silinder penekan ( pressure ).
Pada umumnya tekanan antara silinder plate dengan silinder karet 0,1 mm dan antara silinder karet dengan silinder penekan ( pressure ) tergantung dari tebal tipis atau macam kertas yang akan di cetak.
pada kertas yang licin mempunyai sifat mudah memegang tinta.karenya hanya memerlukan sedikit tekanan dari pada kertas yang kasar,yang memerlukan lebih banyak tekanan untuk mendapatkan hasil cetakan yang baik.

untuk mendapatkan tekanan yang sesuai dilakukan dengan menambah atau mengurangi pengisian di bawah plate atau kain karet atau dengan merenggangkan jarak antara silinder karet dan silinder penekan.tapi cara terakhir kurang baik,sebab karena kelalaian dapat merubah letak silindernya.tujuan pengisian disamping untuk mendapatkan tekanan yang tepat,juga untuk mengatur supaya putaran kedua silinder sama.sebab kalau putaran tidak sama akan terjadi geseran antara kedua silinder yang dapat merusak permukaan gambar dan hasil cetakan kurang sempurna,karena itu sebelum kita mulai bekerja harus sudah mengetahui :
  1. Tekanan yang diperlukan ( 0,1 mm untuk kertas biasa dan 0,15 - 0,20 mm untuk jenis karton.
  2. Jarak antara kedua bearer ( biasanya pabrik sudah menyertakan di mesin )
  3. Tebal masing-masing bearer.
  4. Tebal plate yang akan dipakai.
  5. Tebal kain karet/blanket yang dipakai.
Tebal bearer antara silinder plate dengan silnder karet tidak sama,untuk silinder plate antara 0,3 - 0,7 mm tergantung dari mesinya.pada silinder karet 2 - 4,5 mm.
sebagai alat untuk mengukur tebal plate,kain karet dan underlay dipakai micrometer.

MENENTUKAN PENGISIAN SILINDER PLATE

Bila jarak antara bearer silinder plate dengan silnder karet 0,001 mm,harus dibagi dua,setengah dibebankan pada silinder plate dan setengahnya pada silnder karet.
                  
                   Tebal bearer ( undercut )                      -                                        0,5   mm.
                   Setengah jarak antara dua bearer          -                                        0,05 mm.
                   Setengah dari tekanan                           -                                        0,05 mm.
                                                                                                                    -----------------
                                                                                                                           0,6  mm.
                   Tebal plate                                           -                                          0,3  mm.
                                                                                                                    -----------------
                   Tebal pengisian ( packing )                 -                                          0,3  mm.

Ada juga ketentuan yang telah diberikan pabrik yang bersangkutan ( HEIDELBERG )

                   Garis tengah bearer                             -                                          2,70  mm.
                   Garis tengah silinder                           -                                          2,69  mm.
                   Undercut                                              -                                          0,5   mm.
                   Pengisian 0,1 - 0,4 mm diatas bearer silinder tergantung dari cetakanya.

MENENTUKAN PENGISIAN SILINDER KARET

Bila tebal bearer pada silinder karet 4,10 mm,maka perhitungannya sebagai berikut.

                   Tebal bearer                                        -                                          4,10  mm.
                   Setengah jarak kedua bearer               -                                          0,05  mm.
                   Setengah tekanan silinder                   -                                          0,05  mm.
                                                                                                                      ----------------
                                                                                                                          4,20  mm.
                   Tebal kain karet                                  -                                          1,90  mm.

Semoga petunjuk di atas bisa membantu operator mesin cetak offset untuk mendapatkan hasil cetak yang maksimal.selamat bekerja.                                                                       

TEKANAN ANTARA SILINDER KARET DAN SILINDER PENEKAN

        Salam jumpa sobat bloger di indonesia, untuk artikel ini mengangkat tema tentang permasalahan yang sering timbul antara tekanan silinder karet/blanket dan silinder penekan/impression.
mengingat macam atau permukaan kertas yang akan di cetak,tekanan/pressure 0,01 mm antara silinder karet dengan silinder penekan itu belum tentu mencukupi.
kekurangan itu dengan mudah dapat di lihat pada hasil cetakannya yang tidak rata,meskipun penyetelan kain karet sudah baik.

       Untuk menambah tekanan dapat di lakukan dengan menggerakan silinder karet mendekati silinder penekan/impression.
penyetelan ini dapat dilakukan dengan memutar skala penyetel.
pemutaran ke kanan ( arah jarum jam ) berarti menambah tekanan dan ke kiri ( lawan arah jarum jam ) berarti mengurangi tekanan.setiap 1 ( satu ) baris sama nilainya dengan 0,02 mm.
di bawah ini hasil pembicaran antara admin dengan mr.jo teknisi dari korea.
       - Standard adjustment cilinder blanket to cilinder plate is a 0,05
       - Standard adjustment cilinder blanket to cilinder impression is a 0,20 to 0,25 this position
         steel dial cilinder impression 0 ( nol ).
      - Standard adjustment swinjg arm to cilinder impression is a 0,20 the position gripper swing arm
         to gripper impression the same.
      - Oliver 6 standard adjustment cilinder plate and cilinder blanket 5 mm.
         standard adjustment cilinder blanket and cilinder impression 6 mm.
         this position steel dial 0 ( nol ).
      - Oliver 8,,12,,16 and 72 standard adjustment cilinder plate and cilinder blanket 6 mm.
         standard adjustment cilinder blanket and cilinder impression 7 mm.
         this position steel dial 0 ( nol ).
demikianlah sobat bloger dunia percetakan,semoga bisa membantu rekan-rekan operator dalam menghadapi kesulitan. dan apabila sobat bloger percetakan ingin bertanya silahkan admin menulis berdasarkan pengalaman dan referensi dari buku yang admin miliki.
dan bagi rekan/sobat yang ingin memiliki buku wiring diagram dan operation manual mesin cetak offset insya allah admin bisa membantu,semua merk mesin ada,oliver,,komori,,heidelberg,,hamada,,ryobi dll.
salam sukses selalu.

Sabtu, 18 April 2015

DI JUAL MESIN CETAK OFFSET RYOBI 524 HE 4 WARNA TAHUN 2002




                                SOLD OUT

Di jual Mesin Cetak Offset Ryobi 524 HE Cpc Allcolour Tahun 2002 Kondisi Bagus dan Original .
Hub : 08159945549 
          08176432395 
PIN  : 51758F38 

SPECIFICATION :
No. of Printing Unit 4                                        
Dampening System RYOBI-matic Continous Dampening System                                                        
Max. Paper Size  : 520 x 375 mm                            
Min. Paper Size  : 100 x 150 mm                          
Max. Printing Area  : 505 x 350 mm                    
Paper Thickness  : 0.04 - 0.4 mm                      
Printing speed  : 3,000 - 11,000 S.P.H.                  
PlateLoadingSystemRYOBIsemiautomaticplate changer                                                                                                                                               
Plate size  : 510 x 400 mm                                      
Plate Packing Thickness  : 0.3 mm                    
Blanket Type Blanket with aluminium bar        
Blanket Size : 541 x 437 x 1.95 mm                    
Under-Blanket Size : 505 x 389 x 0.6 mm          
Feeder Pile Capacity 600 mm                          
Delivery Pile Capacity 400 mm                                  
No. of RollersInk rollers 16                                    
Water rollers 4                                                        
Gripper Margin  : 9 ± 1 mm                          
Registration System : Pull side guide, Drop-away front lay                                                                     Oiling System : Automatic centralized oiling system
Dimensions (LxWxH) : 4,096 x 1,935x 1,588 mm          
Weight (kg)  : 6,830 kg

Selasa, 14 April 2015

DI JUAL MESIN CETAK OFFSET OLIVER 472 ED ll TAHUN 1994




                                      SOLD OUT

Di jual Mesin Cetak Oliver 472 ED ll Tahun 1994
Eks Import Kondisi Mesin Bagus Tanpa Cacat Cilinder.

Hub : 08159945549
           08176432395

PIN :  51758F38

DI JUAL MESIN CETAK OFFSET SORM Z TAHUN 1996





                            SOLD OUT

Di jual Mesin Cetak Heidelberg SORM Z TAHUN 1996 Eks import kondisi bagus Dan cilinder tanpa cacat. 

Hub : 08159945549             
          08176432395  

PIN :  51758F38 

Selasa, 31 Maret 2015

DI JUAL MESIN CETAK OFFSET OLIVER 258 Ell Th 1993


                                  SOLD OUT

Dijual oliver 258 Ell Tahun 1993 kondisi bagus siap cetak produksi dan hasil bagus
Anda berminat silahkan Hub :

Hp  : 08176432395
         08159945549

Pin : 51758F38

Jumat, 20 Maret 2015

DI JUAL MESIN CETAK OFFSET OLIVER 8



                                 SOLD OUT

DIJUAL MESIN CETAK OFFSET OLIVER 8 EKS IMPORT KONDISI BAGUS CILINDER TANPA CACAT.

HUB : 08159945549 
           08176432395 
PIN  : 51758F38

www.berkahmandirimesindo.com 
www.forumesinpercetakan.com 

Sabtu, 07 Maret 2015

HEIDELBERG GTO 52 / 52 Z / 52 V ADJUSTMENT OF PRESSURE BETWEEN BLANKET AND IMPRESSION CYLINDER


Adjustment of pressure between blanket and impression cylinder
is done by one each knurled knob (ill. 6/19). Settings are shown on graduated scales (ill. 37/3)
 Method of adjustment:
Deduct 0.1 mm (.004”) from the thickness of the stock to be printed and set both scales to this value (ill. 28/3). (0.1 mm = .004” is the pressure required.) (Observe: Measure paper thickness by means of micrometer or other suitable thickness gauge, the grammage of the paper does not indicated a true thickness.)

PROBLEM KERTAS LENGKET DAN BERSERABUT DI CILINDER BLANKET PADA MESIN CETAK OFFSET


KERTAS LENGKET DAN BERSERABUT (MENCABIK)
Sobat blogger,jumpa lagi artikel ini mengangkat problem cetak yang kerap di jumpai di percetakan yaitu mengenai seringnya kertas yang kita cetak kadangkala lengket ke cilinder blanket yang pada akhirnya membuat blanket menjadi rusak dikarenakan sering terjadi hal semacam itu,nach untuk mengatasi hal semacam itu admin ada tips dan cara mengatasinya,semoga bisa membantu percetakan yang mengalami problem seperti ini,berikut cara mengatasinya :

       1.       KAIN KARET TIDAK BERSIH PENCUCIANNYA
               Pada waktu mencetak kain karet tidak berubah mutunya, hanya perlu dijaga bahwa karet 
               itu bersih. Tinta, gom, debu kertas yang biasanya melekat pada karet supaya dibersihkan 
               dengan pencuci kain karet. Sebelumnya karet itu harus dicuci dengan air, supaya gom dan 
               debu yang mengeras dapat hilang, sebab dengan bensin saja, gom tidak dapat hilang.


      2.       TINTA TERLALU KUAT
              Tinta yang terlalu kuat dapat menyebabkan kertas melekat pada kertas dan berserabut. 
              Terutama kalau mencetak permukaan yang penuh. Untuk mengatasi perlu mencampurkan 
              bahan pengencer pada tinta sampai tidak lengket lagi pada kertas. Tentu saja harus sudah 
              diketahui bahwa kerusakan itu karena tinta sebab kalau tidak, pencampuran bahan 
              pengencer tidak akan menolong.

       3.       TERLALU BANYAK TEKANAN
               Kadang-kadang kertas yang lengket atau berserabut itu disebabkan karena tekanan terlalu 
               kuat antara silinder karet dengan silinder penekan, terutama kertas yang licin. Untuk 
               mengatasi, dilakukan dengan mengurangi tekanan.

      4.       DELIVERY GRIPPERS KURANG SEMPURNA
               Semua delivery grippers harus terbuka dan tertutup pada saat yang tepat sebab kalau 
               tidak,  kertas tidak dapat terambil karena daya lekat dari tinta yang kuat. Kecerobohan 
               dapat mengurangi kelancaran tugas gripper tersebut. Terutama pada waktu menggunakan 
               alat ganti smet, setelah selesai harus dibersihkan, diperiksa dan diberi pelumas sebab kalau
               tidak, karena bubuk penyemprot dapat macet.

     5.       ANTARA KERTAS-KERTAS TIDAK TERPISAH
             Kertas sebelum ditempatkan pada papan kertas harus dikebas dulu supaya terlepas antara   
             lembar yang satu dengan yang lain dan tidak lengket. Kecuali itu alat penghembus kertas 
             supaya bekerja dengan sempurna hingga kertas tidak lengket.

www.forumesinpercetakan.com
www.bmmesindo.com

By : BERKAH MANDIRI MESINDO

DOUBLE SHEET DETECTOR MESIN OFFSET OLIVER 52 - 8 - 58 - 12 - 66 - 72

DOUBLE-SHEET DETECTOR
Operating Procedure
(1) Turn the ON-OFF switch [1] ON. Then the indicator light [2] illuminates.
(2) Fully turn the adjusting knob clockwise and make sure that the needle of the meter [3] is at extreme right-hand side (blue zone).








(3) Insert a sheet of paper to be run between the light emitting and receiving elements as shown in the Fig. 2.
(4) Place the selector switch [5] in the METER position and turn the knob [4] counterclockwise (toward “0”) so that the needle of the meter [3] comes slightly to the right side (blue zone). Fig. 3.




(5) Insert another sheet of paper between the emitting ang receiving elements and check to see needle of the meter [3] moves to the left side (red zone) as shown in the Fig. 4.





*Note :
 PlacetheTHIN THICKselector switch [6] in the THIN or THICK position according to the thickness of paper to be used.

(6) Place the selector switch [5] in the CONT. Side ang push the CHECK push button [7]. Then the timing light [8] flicker at a time. If two sheets of paper are inserted between the light emitting and receiving elements, the ALARM light [9] illuminates at the same time.
When the selector switch [5] is in the CONT. Position and CHECK push button [7] is pushed, with two sheets of paper placed between the emitting and receiving elements, the timing light [8] flickers at a time and the ALARM light illuminates simultaneously.
This is how the machine stops when two sheets of paper are detected. If the CHECK push button [7] is pushed with a sheet of paper placed, are timing light [8] flickers and the ALARM light does not illuminate. The machine goes on working as it is.

*Note :
1.The machine does not work when the selector switch [5] is on the METER side.                                  2.Turn the ON-OFF switch [1] OFF when suffering losses in printing or binding.

www.forumesinpercetakan.com  www.bmmesindo.com                                                                               

BY : BERKAH MANDIRI MESINDO

ADJUSTMENTS OF INKING AND DAMPENING ROLLERS GTO 52


Klik gambar untuk memperbesar

Are made in the normal manner by inserting two strips of paper, each 1/10 mm (.004”) thick and 5 cm (2”) wide, between any ruber roller and its adjacent steel roller end. The adjusting screws are always located at the operator’s and drive side of the press. The settengs must be identical on both sides.

a)      Ink vibrator roller No. 14 towards asclillating steel roller No. 13 : undo lock nut, adjust hexagon bolt (ill. 24/5), tighten lock nut after adjustment has been completed.

b)      Distributor roller No. 12 towards both adjacent steel rollers No. 13 and 11 : adjustment by means of thumb-screws (ill. 22/2)


c)       Distributor roller No. 10 towards both adjacent steel rollers No. 9 and 11 : adjustment by means of thumb screw as mentioned under b) with roller No. 12

d)      Form inking roller No. 1 : the adjusment of each form inking roller is combined in one adjusting mechanism at the operator’s and drive side of ther press. The countersunk screw marked by white paint adjust the form roller towards the plate, the second countersunk screw without a paint mark permits adjustment of the form inking roller towards its oscillating steel roller (ill. 22/5 shows the adjustment of form inking roller No. 1)

e)      Form inking roller No. 2 : adjusting mechanism on ill. 22/6. Both form inking rollers, i.e. No. 1 and 2, are adjusted from the feeder side of the press.

f)       Form inking roller No. 3 : adjusting mechanism on ill.24/7

g)      Form inking roller No. 4 : adjusting mechanism on ill. 24/8. Both form inking rollers, No. 3 and 4, are adjusted from the delivery side of the press.

h)      Dampening vibrator No. 20 againist steel oscillator No. 19 : adjustment by means of adjusting screw with lock nut (ill. 23/5). Here, the steel gauges delivered with the press are used instead of paper strips. Please see to it that the dampening vibrator roller touches the oscillating dampening roller with very light pressure only since you will otherwise encounter water transfer problems.

i)        Form dampening roller No. 17 againist steel rider No. 19 : adjust countersunk screw (ill. 23/6) by means of long screwdriver delivered with the press; adjustment towards the plate by the adjusting screw (ill. 23/7) but only while press is running. The setting is correct, if you notice a light roller bounce when the roller passes over the plate cylinder gap.

j)        Form dampening roller No. 16 towards plate : by means of knurled adjusting screw (ill. 23/8) the bouncing action is checked as with the upper dampening form roller.

k)      The removable dampening steel rider can be inserted, after tha supporting brackets (ill. 23/8) have been retracted by the lever (ill. 23/9) on operator’s and drive side. Once the levers (ill. 24/9) are swung back towards the dampening unit, the steel rider will be automatically adjusted by means of spring tension againist both plate dampening rollers. No other adjustment is necessary. If you want to disconnect the dampening form rollers on a particular printing unit off the plate, you can do so by means of the dampening roller locks (ill. 23/12) on operator’s and drive side of the press. Once the locks are in operation and the press is printing, the dampening form rollers in that particular dampening unit are not touching the plate.



Ink duct

After releasing both star handles (ill. 17/6) the ink duct can be swung away for easy cleaning. In order to prevent scoring between the ink fountain roller and the side plates of the ink duct the grease groove has to be filled with grease after cleaning the ink duct.


For accurat ink feed setting the ink duct is provided with 16 screws (ill. 24/9). A ratchet (ill. 24/11) on operator’s side and drive side allows to turn the duct by hand. The dampening fountain roller is equipped with one ratchet (ill. 23/11).

Klik gambar untuk memperbesar



Selasa, 20 Januari 2015

Dijual Mesin Cetak Offset Oliver 58 E Tahun 1991


   
        
                              SOLD OUT

Dijual Mesin Cetak Offset Oliver 58 E Tahun 1991 Kondisi Sudah Recondisi Dan Siap Cetak Produksi.

Hub : 08159945549
          08176432395

http://www.bmmesindo.com
http://www.forumesinpercetakan.com                                                                                

Minggu, 11 Januari 2015

Di Jual Mesin Cetak Offset Ryobi 480K



Di Jual Mesin Cetak Offset Ryobi 480K Warna Biru Kondisi Recondisi Siap Produksi Cilinder Hardcrome Mulus Tanpa Cacat dan Korosi.
Hub : 08159945549
          08176432395

www.bmmesindo.com
www.forumesinpercetakan.com